PROGRAM KOMPOSING


PENGERTIAN KOMPOS


J.H. Crawford mendefinisikan kompos sebagai hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembap, dan aerobik atau anaerobik. 

Pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

MANFAAT KOMPOS


Manfaat kompos adalah  memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah.

Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, seperti menjadikan hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak.

Manfaat Kompos Dari Segi Ekonomi
1.    Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah
2.    Mengurangi volume/ukuran limbah
3.    Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya

Manfaat Kompos Dari Segi Lingkungan
1.    Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah
2.    Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan

Manfaat Kompos Dari Segi Tanah / Tanaman
1.    Meningkatkan kesuburan tanah
2.    Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3.    Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
4.    Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5.    Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6.    Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
7.    Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8.    Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah


TAHAPAN PEMBUATAN KOMPOS PADAT
           1. Tahapan pengolahan daun menjadi pupuk kompos
a.    Mengumpulkan daun yang ada di sekitar halaman.
b.    Membuat bak atau kolam mini untuk tempat daun yang akan dijadikan kompos.
c.    Menyiram daun-daun yang sudah di letakkan dalam bak mini setiap hari selama 40 hari sambil dibolak balik memakai cangkul, agar cepat membusuk.
d.    Jika sudah membusuk, menghentikan siraman air.
e.    Memindahkan daun yang sudah membusuk ke tempat lain untuk didinginkan.
f.      Menghaluskan daun dengan menggunakan alat penghancur daun, dan siap untuk di kemas.
g.    Kompos siap untuk di gunakan.
        
       2.  Ciri - ciri kompos yang sudah jadi
Ciri – ciri kompos yang sudah jadi yaitu bentuk, bau dan warnanya sudah mirip dengan cairan seperti teh, hitam kecoklatan, suhunya sekitar 35 0C. Bila sudah memenuhi cirri - ciri tersebut berarti kompos yang sudah di buat telah jadi dan siap untuk di pakai atau disiramkan ke tanaman di area SDN TANJUNG PRIOK 05.

Sebelum kompos itu digunakan. Kompos harus disaring agar serbuk atau ampas seperti daun-daunan tidak ikut kedalamnya.Bila sudah selesai siap untuk dikemas atau digunakan sendiri sebagai media tanam.

PROSES KOMPOS PADAT DI SDN TANJUNG PRIOK 05

Pengolahan sampah yang ada di sekolah  menjadi kompos dapat dilakukan oleh guru, karyawan, siswa dan dengan berbagai cara. Dalam program ini, team kelompok kerja kompos padat  akan membuat  cara sederhana untuk membuat kompos yang bisa dilakukan di sekolah SDN TANJUNG PRIOK 05

1.     Cacah daun menggunakan gunting, pisau, tangan, atau alat pencacah daun.
2.     Daun yang telah dicacah dipindahkan ke dalam tempat proses
3.     Daun yang sudah berada di dalam tempat proses di siram dengan larutan bioaktifator atau air cucian 
beras yang diberi gula merah.
4.     Tutup tempat proses 2 dengan karung untuk mempercepat proses pembusukan selama 2 minggu
5.     Tahap akhir setelah daun – daun hancur dan berubah bentuk. Keringkan daun tersebut dan ayak, lalu masukan dalam kemasan untuk pupuk padat.

RENCANA KERJA PROGRAM KOMPOS PADAT


No
Program Komposting
Kegiatan
1
Harian
Memilah sampah, memisahkan dari sampah organic dan nonorganik
2
Mingguan
Mengaduk sampah yang ada di dalam komposter
3
Bulanan
Pembuatan kompos baru
4
Tahunan
Evaluasi hasil program




TAHAPAN PEMBUATAN KOMPOS CAIR


1. Cara pembuatan kompos cair

Pertama, menyiapkan ember atau drum yang berukuran sekitar 50 liter. Kemudian menyiapkan bahan-bahan komposnya yaitu sampah-sampah dari tumbuhan, daun-daunan, atau sayur-sayuran yang di cacah kecil-kecil, kemudian masukkan kedalam drum yang sudah disiapkan. Tumpukan sampah ini cukup 1,5 meter tingginya. Tujuannya untuk menjaga kestabilan suhu didalam tumpukan sampah tersebut, bila terlalu tinggi suhu didasar akan sangat panas, sebaliknya jika terlalu rendah panas didalam tumpukan sampah tersebut akan cepat menghilang, sehingga proses pemasakan kompos akan memakan waktu yang sangat lama.

Tumpukan sampah tidak boleh terlalu dipadatkan, bagian atasnya usahakan cembung di tengah dengan tujuan bila turun hujan tidak sampai tergenang air.

                    2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kompos cair
        Bahan warna hijau, maksudnya bahan yang banyak mengandung  nitrogen, hijauan dapat diperoleh dari daun daunan, rumput dari halaman dan lain sebagainya. Kelembapan dan Udara

       3. Ciri - ciri kompos yang sudah jadi
Ciri – ciri kompos yang sudah jadi yaitu bentuk, bau dan warnanya sudah mirip dengan cairan seperti teh, hitam kecoklatan, suhunya sekitar 35 0C. Bila sudah memenuhi cirri - ciri tersebut berarti kompos yang sudah di buat telah jadi dan siap untuk di pakai atau disiramkan ke tanaman di area SDN TANJUNG PRIOK 05.

Sebelum kompos itu digunakan. Kompos harus disaring agar serbuk atau ampas seperti daun-daunan tidak ikut kedalamnya.Bila sudah selesai siap untuk dikemas atau digunakan sendiri sebagai media tanam.


PROSES KOMPOS CAIR DI SDN TANJUNG PRIOK 05

Pengolahan sampah yang ada di sekolah  menjadi kompos dapat dilakukan oleh guru, karyawan, siswa dan dengan berbagai cara. Dalam program ini, team kelompok kerja kompos  akan membuat  cara sederhana untuk membuat kompos yang bisa dilakukan di sekolah SDN TANJUNG PRIOK 05.

1.     Mencari daun – daun kering atau sisa sayuran
2.   Gunting daun atau sisa sayuran kecil - kecil
3.     Kumpulkan dalam satu wadah / tempat (komposter)
4.     Lalu siram dengan air bioaktifator atau air cucian beras yang pertama beri gula merah sedikit
5.     Lakukan setiap hari. Dalam waktu 3 -4 minggu kompos cair sudah jadi dan siap digunakan.


RENCANA KERJA PROGRAM KOMPOSING


No
Program Komposting
Kegiatan
1
Harian
Memilah sampah, memisahkan dari sampah organic dan nonorganik
2
Mingguan
Mengaduk sampah yang ada di dalam komposter
3
Bulanan
Pembuatan kompos baru
4
Tahunan
Evaluasi hasil program

DOKUMENTASI POKJA KOMPOS PADAT



Pencacahan Daun Dengan Tangan
Pencacahan Daun Dengan Gunting / Carter
Pencacahan daun Dengan Alat Pencacah Daun
Pemberian Air Cucian Beras

Proses Akhir Pengayakan Daun untk Menjadi Kompos Padat


DOKUMENTASI KOMPOS CAIR


Mencari Daun Kering atau Sisa Sayuran

Menggunting Daun
Menempatkan Dalam Komposing
dan Pemberian Bio Aktifator




Tidak ada komentar:

Posting Komentar